Teroris Serang Mabes Polri

Teroris Serang Mabes Polri

Teroris Serang Mabes Polri

Seorang wanita yang tersangka sebagai Teroris pada 31 Maret 2021 menyerang Mabes Polri. Teroris bisa menembus masuk ke dalam melalui jalur belakang yang memang diperuntukan untuk pejalan kaki.

Teroris wanita yang masih berusia 25 tahun ini juga meninggalkan pesan dalam tas yang ia bawa. Surat yang di tujukan kepada kedua orangtunya, ijin untuk pergi & mati syahid.

Selain itu dalam tas juta terdapat ponsel yang bisa diakses. Dalam browsing internet yang digunakan pelaku terdeteksi situs bermain daftar judi slot terbaru. Selebihnya tidak banyak informasi yang bisa didapatkan dari tas tersebut.

Dengan kejadian di Mabes Polri ini, Prof Muradi menyarankan Polri untuk melakukan pengetatan di lokasi-lokasi objek vital, khususnya di Jakarta. Prof Muradi juga menambahkan kalau negara tidak boleh kalah dengan teroris yang semakin marak di Indonesia.

Baku Tembak Teroris Dan Mabes Polri

Seorang tersangka teroris yang menyerang Mabes Polri terpaksa ditembak mati oleh petugas. Teroris yang nekad menerobos masuk ke dalam Mabes Polri tersebut menyerang petugas dengan senjata api, karena di duga teroris tersebut stress akibat kalah bermain judi slot online uang asli.

Tidak ada korban, namun petugas kepolisian terpaksa harus menembak teroris yang berupa keras menyerang petugas yang sedang berjaga saat. Berdasar informasi suara tembakan itu terdengar lebih dari satu kali.

Saat teroris terjatuh karena tertembak oleh petugas, sejam kemudian baru pihak kepolisian mendekati jenazah tersebut. Dengan ambulan jenazah dibawa ke rumah sakit untuk di periksa. Ruang otopsi rumah sakit dijaga ketat oleh beberapa petugas sampai keesokan harinya.

Baku Tembak Teroris Dan Mabes Polri

Dari pengamatan kamera CCTV Mabes Polri yang beredar, wanita tersebut berhasil merangsek hingga ke gerbang depan yang berdekatan dengan Gedung Rupatama, tempat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pejabat tinggi polri lainnya berkantor.

Peningkatan keamanan akan dilakukan mulai dari pintu masuk Polda Metro Jaya, seperti pengecekan badan bagi orang yang masuk dan keluar. Istana negara juga akan meningkatkan kemanan, diduga target selanjutnya adalah lembaga-lembaga negara lainnya.

Sebelum nya juga terjadi serangan bom bunuh diri di Makasar di depan gereja Katolik. Teror ini pun belum lama terjadi, pada 28 maret 2021 2 hari sebelum serangan di Mabes Polri terjadi. Aksi teror di Makassar itu, menurut Polri, diduga dilakukan kelompok Jamaah Anshorut Daulah.